News

admin on September 5, 2016

Hayo ngaku, di sini siapa yang gak tahu kalau tim dari FH UI baru-baru ini memenangkan ALSA Internasional Moot Court Competition 2016 (AIMCC) yang diadakan di Kolombo, Sri Lanka? Nah gini deh buat yang belum tahu, karena penulisnya baik kayak malaikat, dikasih tau deh nih kemarin pada tanggal 19-21 Agustus 2016 FH UI berhasil meraih perdikat Champion dan Best Memorial for Claimant. Hebat gak tuh? Makin bangga dong pastinya sama FH UI nan jaya fakultas kami tercinta (lah jadi yel-yel). Kompetisi AIMCC ini diikuti oleh satu tim perwakilan dari FH UI yang sekaligus mewakili Indonesia.

Wah kok sabi deh ngewakilin Indonesia juga? Nah jadi gini, cerita punya cerita, katanya sebelum FH UI mengirimkan tim untuk mengikuti AIMCC di Sri Lanka, ada juga seleksi tingkat nasional yang diikuti oleh beberapa universitas dengan fakultas hukum yang juga memiliki organisasi ALSA. Seleksi ini hanya merupakan seleksi berkas dan ternyata gak disangka-sangka berkas yang dikirimkan oleh tim dari FH UI merupakan berkas terbaik se-Indonesia dan akhirnya terpilih untuk mewakili Indonesia di Sri Lanka. Pasti pada penasaran kan siapa aja sih sosok luar biasa yang kemaren ikut lomba ini? Nah Pers PERFILMA dapet kesempatan nih untuk mewawancarai salah satu dari anggota tim tadi yaitu Aldwin Ocatvianus (2014). Pengen tau gak wawancara yang dilakukan kayak apa? Nih coba simak yaa

Q : Ketika ikut lomba ini memang karena kemauan untuk daftar sendiri atau karena ditunjuk oleh organisasi?

A : Sebenernya AIMCC dibawah ALSA kan, nah gue ikut itu karena diajak sama temen gue, karena abis JEASUP terus diajak mooting lagi. Cuma gatau kenapa, gak ada seleksi lagi jadi langsung ditunjuk buat ngewakilin ALSA juga.

Q : Kenapa bersedia ikut lomba ini?

A : Karena waktu itu lagi libur dan gak ada kerjaan, terus juga ngerasa bisa menang.

Q : Suka dukanya selama latihan?

A : Hmm suka semua deh kayaknya gak ada dukanya soalnya sama temen-temen gue semua terus kan mooting nya tentang invesment jadi pengen belajar tentang invesment dispute dan kelompoknya selow aja.

Q : Yang paling sulit dihadapi ketika latihan?

A : Bagi waktu sih, soalnya pas itu lagi magang jadi magang sambil latihan itu agak berat terus buat nyari sponsor gak terlalu dapet banget.

Q : Pernah mengalami keraguan gak?

A : Kalo buat maju apa engga emang sempet ragu satu tim karena gak ada sponsor danmerasa gak worth it kalo ke sri langka harus ngeluarin duit sendiri tapi akhirnya dekanat nurunin duit untuk bantu biaya kita lomba ke Sri Lanka.

Q : Materi lombanya tentang apa?

A : Tentang sengketa invesment, ceritanya ada investor investasi di suatu negara terus negara itu secara langsung menasionalisasi perusahaannya karena alesan lingkungan. Jadi kita diminta kalo seandainya harus ngebela negara atau perusahaannya.

Q : Riset yang dilakukan bentuknya apa aja?

A : Riset kasus-kasus sama riset tentang invesment law kan dikasih problem dan buat argumennya sesuai problemnya biasa riset dari internet atau jurnal terus juga punya temen-temen yang punya link jurnal di sekolah-sekolah luar negeri. Nulis memonya bareng-bareng di revisi bareng, terus sempet ke law firm juga buat minta bantuan latihan ke ESSK ada senior di sana sama bantuan senior-senior dari ILMS.

Q : Apa manfaat secara langsung yang bisa dirasakan dari mengikuti lomba ini?

A : Gue ngerti invesment law gue dapet ilmunya, gue dapet pandangan buat ngambil invesment law di international law karena kayaknya cukup penting juga, terus buat CV gue, sama siapa tau bisa dapet opportunity buat magang di Rajah and Tan di Singapur karena kemaren mereka jadi sponsor utamanya, buat orang tua bangga, sama dapet duit hehehe

Q : Kejadian paling berkesan selama proses di sana?

A : Pas pleading itu kayak menyampaikan argumen di sana , kayak gimana sih rasanya jadi mahasiswa bisa menyampaikan argumen di depan hakim-hakim apalagi jurinya kayak hakim Makamah Agungnya nya Sri Langka.

Q : Di sana melakukan persiapan yang seperti apa?

A : Berdoa terus latihan sehari sebelum lomba satu kali aja Cuma buat make sure kayak pemanasan gitu, uda gak latihan mati-matian lagi karena kan uda disiapin sebelumnya.

Q : Apa tips nya supaya bisa seimbangin antara kuliah dan lomba?

A : Lomba sama kuliah buat nyeimbanginnya menurut gue dengan mengatur waktu, kurangin waktu mainnya jangan waktu belajarnya, mungkin waktu sosialisasi sama temennya jadi berkurang jadi jangan gara-gara lomba waktu belajarnya dikurangin tapi waktu untuk yang gak penting dikurangin.

Q : Ada pesan apa buat mereka yang pengen ikut lomba tapi masih takut buat ikut?

A : Menurut gue gak boleh takut, kan gue dulu pertama kali coba pas semester tiga tentang international law tapi gue nekat aja. Kan belom tau bakal keterima apa engga. Dengan lu takut untuk mecoba berarti lu uda menutup potensi diri lu karena lu uda ngasih standard lu gak akan keterima. Tapi kalo lu mau coba terus pasti bakal keterima. Buat yang takut-takut coba aja terus karena siapa tau lu keterima dan kalo lu uda keterima lu pasti gak akan nyesel.

Nah, sekain deh wawancara dari Pers PERFILMA dengan Aldwin Octavianus sebagai salah satu anggota tim yang mewakili FH UI sekaligus Indonesia dalam AIMCC di Kolombo, Sri Langka. Sekali lagi selamat untuk Aldwin dan tim! Dan untuk kalian tentara merah lainnya yang sekarang sedang mempersiapkan lomba baik di bidang akademis maupun non-akademis, tetep semangat ya! Jangan sampai kehilangan motivasi untuk mengharumkan nama FH UI. Kami tak akan bikin malu, FH UI nomor satu! (Anastasia Marcella)

admin on September 5, 2016

Because graduation isn’t the end. it is the beginning” 

Apa sih yang muncul di benak kalian ketika mendengar kata wisuda? Kerja, nikah, danusan bunga dan boneka gemesh, pertanyaan: kapan giliran gue?, atau bahkan sampai jasa penyewaan pendamping wisuda? Nah, tau gak sih kalo setiap wisuda pasti menyimpan cerita unik tersendiri? Kuy disimak.

Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 26 dan 27 Agustus 2018, telah dilaksanakan acara wisuda semester genap di Balairung Universitas Indonesia. Acara yang dihadiri ribuan wisudawan ini berlangsung dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00. Tentu saja wisuda ini banyak membawa kebahagiaan bagi berbagai pihak, terutama bagi para wisudawan dan wisudawati (serta abang-abang barel yang jualan boneka wisuda)

Bagi para wisudawan, momen wisuda ini adalah salah satu momen yang dilematis, di satu sisi, ini adalah momen terakhir mereka menyandang status mahasiswa, namun di sisi lain, wisuda merupakan “awal kehidupan” yang sebenarnya. Lah kok gitu? ya karena setelah wisuda, lo harus cari kerja dan ngebiayain hidup lo sendiri, bayar makan sendiri, cuci laundry pake duit sendiri… dan segala macem. Salah satu wisudawan yang hadir pada saat itu adalah Abang Pascal Meliala (FHUI 2012). “Biasa aja. Gue gak inget empat tahun kemarin gue ngapain”, ucap Bang Pascal dengan muka cool. Kemudian untuk rencana ke depan, Bang Pascal –lagi-lagi-dengan-muka-cool- berkata: “gue mau bunuh diri karena sekarang sudah gak ditanggung bokap gue. Jadi, daripada gue mati pelan-pelan, mending gue bunuh diri.” (Mari kita doakan agar Bang Pascal bisa segera diterima kerja). Terakhir, untuk para mahasiswa yang masih berjuang di bangku kuliah, Bang Pascal memberikan suatu pesan yang sangat memotivasi, yaitu: “don’t do drugs, apalagi kalau masih pakai uang orang tua. Kerja dulu, nanti beli sendiri.”

Wisuda adalah momen yang ditunggu setiap wisudawan/i, ya kali masa abis foto-foto pake toga di balairung sampe patung djoksut langsung balik? nah.. setelah acara wisuda di Balairung, masih ada nih acara khusus wisudawan FHUI yang namanya “Farewell FHUI”. Acara ini berlangsung di Auditorium Djoko Soetono FHUI. Widih, pas banget buat para wisudawan menikmati momen-momen terakhir di FHUI dan bernostalgia bersama.

Project officer dari acara ini adalah Madelin Silalahi (FHUI 2015). Ia mengaku bahwa sebenarnya cukup banyak permasalahan yang ia hadapi, seperti dana, jumlah peserta dan cuaca (karena gak nyewa pawang hujan). Namun, karena Madelin adalah sosok yang sangat religious (masa sih?), dia dapat mengatasi masalah tersebut dengan berdoa siang malam, saat teduh, ikut Jumatan KMK dan PO, dan persembahan pujian. J Meskipun lelah, ia senang acara dapat berjalan dengan lancar, terutama saat melihat senyuman dari wisudawan FHUI. Iya, Madelin emang manis banget, guys. Terakhir, bagi abang dan mbak yang baru saja lulus, Madelin mengucapkan selamat membentangkan layar kebermanfaatan selebar-lebarnya dalam pencapaian asa di kemudian hari, Namun jangan lupa untuk kembali pulang, melabuhkan jangkar pengabdian kepada FHUI Nan Jaya! Yeay! (Theresia Hindriadita)

admin on August 31, 2016

PERFILMA FHUI has released a video profile (or company profile, whichever you like to call it) that describes PERFILMA in a comprehensive yet entertaining way that will make sure all of you fellows to join the family of PERFILMA!

prflm

Click the link down below:

https://www.youtube.com/watch?v=0MLwxPsr1cE

and make sure to join PERFILMA and bring all of your fellows to this fellowship by sharing this video!

We are looking forward towards your participation and anticipation.

PERFILMA, We Are The Media!

admin on August 28, 2016

PERFILMA FHUI has released a music cover of Warm On A Cold Night X Hotline Bling that we simply cannot miss because of its one-of-a-kind groove!

HOT

Make sure to listen and watch the whole video while doing things, I guarantee that it would make your activities WAY MORE better and colourful.

Click on the link: https://youtu.be/UocmLgW44YM to enjoy the video and don't forget to like the video and share it to your friends!

PERFILMA, We Are The Media!

admin on August 28, 2016

Got nowhere to go for your vacation but don't want to go that far? Feeling sick of Jakarta's urban ambiance? Then Klenteng Kim Tek Ie might just be your antidote to your mundane activities!

The beauty of the Chinese tradition, history of the place, buddhism and other asian beliefs are the reason of why Klenteng Kim Tek Ie is a gem of its own.

:andmark Review

To know more about Klenteng Kim Tek Ie in advance, PERFILMA FHUI has released a landmark review of Klenteng Kim Tek Ie!

Click on the link: to enjoy the video and don't forget to like the video and share it to your friends!

PERFILMA, We Are The Media!

admin on August 28, 2016

Kalau ALSA punya Board of Directors, LK2 punya Triumvirate, nah Perfilma punya juga nih yang namanya Panglima. Namanya aja panglima, ya berarti isinya lima orang. Lima orang inilah yang bertugas menjadi garda terdepan dalam berputarnya roda organisasi Perfilma.

Langsung saja, dengan bangga mempersembahkan PANGLIMA PERFILMA 2016:

1. Abi Jam'an Kurnia - Ketua
2. Nabila Satira Harahap - Bendahara Umum
3. Iedwina Difananda - Sekretaris Umum
4. Bayu Rizky Arofianto - POSDM I
5. Christopher Imantaka - POSDM II

PERFILMA, We Are The Media!

PANGLIMA

PANGLIMA

Profile

Badan Otonom Pers, Fotografi, Film dan Musik Mahasiswa (PERFILMA) adalah organisasi di FHUI yang mengasah kemampuan pers, fotografi, film dan musik di lingkup kampus khususnya lingkup FHUI. Tujuan dari PERFILMA adalah menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan juga menambah pengetahuan di bidangnya.

Read More....

Events

Links

Home
Login

Twitter