admin on April 14, 2017

“Minggu lalu FH rame banget, kira-kira ada apaan ya?”

“Kemarin gue liat di lobby FH ada banyak banget orang ngumpul.”

“Loh, kok di kantin FH ada yang pake seragam SMA sih?”

 

Beberapa waktu lalu, salah satu Badan Otonom di FH UI baru aja menyelenggarakan event berskala nasional. Ya jelas rame banget FH, karena ALSA Local Chapter Universitas Indonesia mengundang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia serta siswa-siswi SMA dari berbagai daerah untuk mengikuti event tahunan mereka, yakni National English Competition atau yang kita sering denger ALSA E-Comp!

ALSA E-Comp tahun ini merupakan ALSA E-Comp ke-21 yang diselenggarakan oleh ALSA LC UI. Setiap tahunnya, ALSA E-Comp membawa tema yang berbeda. Kali ini, ALSA E-Comp mengusung tema Youth dengan taglineStrive for the Future, Live in the Moment.”Berangkat dari tema tersebut, diharapkan ALSA E-Comp dapat menjadi wadah buat anak muda, baik yang lagi menempuh pendidikan di universitas maupun mereka yang masih di bangku SMA, untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbahasa Inggris. Tim Pers Perfilma kali ini berkesempatan buat ngobrol dengan PJ Publikasi The 21st ALSA E-Comp, yaitu Gamma Alicia (FH UI 2015). Menurut Cia, tagline yang dipakai ALSA E-Comp tahun ini selaras dengan tujuan yang dibawa tema itu sendiri. “Supaya anak muda memanfaatkan waktu muda mereka sebaik mungkin. Caranya dengan mengisi waktu tersebut dengan pengalaman berharga yang bisa jadi bekal di masa depan,” tutur Cia.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, perlombaan yang diadakan ALSA E-Comp selalu gak jauh-jauh dari pengembangan kemampuan berbahasa Inggris. Ada speech, spelling bee, storytelling, newscasting, paper presentation, battle of brains, debate, sampai yang denger-denger paling prestigius yakni E-MUN.

Rangkaian The 21st ALSA E-Comp dibuka dengan pre-event pada 4 April kemarin. Lewat pre-event, warga FH diajak bermain Spin the Wheel Gamedi SnT. Cuma bermodalkan 3 ribu perak, permainan satu ini ngasih kesempatan untuk memenangkan sebuah kamera Nikon. Ada juga photo booth yang gak kalah rame dikunjungin. Selain yang diadain di SnT, ALSA E-Comp juga ngadain photo competition dengan memasang ribbon di foto yang kemudian diupload ke Instagram beserta captionnya. Lomba yang satu ini memperebutkan hadiah yang diidam-idamin warga FH, terutama penggemar berat Mas Agus sama Lek Mino. Bukan meet n greet sama mereka ya, tapi makan gratis dengan voucher sebesar 100 ribu di kantin mereka dan juga di kantin lainnya di FH UI. Beruntung banget ya Besafina Hanan (FH UI 2016) yang berhasil menangin photo competition ALSAE-Comp kali ini!

 

Berlanjut pada opening ceremony yang diadakan pada 6 April. Opening ceremony yang berlokasi di Balai Sidang FH UI dibuka dengan sambutan-sambutan dan welcoming para delagasi berbagai universitas dan SMA dari berbagai wilayah di Indonesia. Pemotongan pita resmi menandakan dimulainya seluruh rangkaian The 21st ALSA E-Comp. Rangkaian hari itu dilanjutkan dengan technical meeting guna membekali para delegasi dengan info-info terkait perlombaan yang mereka ikuti.

Perlombaan berlangsung selama beberapa hari, mulai dari 6 April sampai 11 April kemarin di FH UI serta di Gedung RIK UI untuk beberapa competitions. Lombanya dipisahkan antara yang mahasiswa dengan yang masih di bangku SMA. Gak tanggung-tanggung, Sabtu dan Minggu juga dimanfaatin buat lomba loh! ALSA LC UI juga menurunkan punggawa-punggawa untuk bertanding pada competitions. Untuk lomba individu, ada Mutiara Baswedan (FH UI 2016) yang mewakili ALSA LC UI untuk speech dan Zhakirah Zatalini Irawan (FH UI 2015) untuk newscasting. Sedangkan yang mengikuti lomba berkelompok, ada tim dari FH UI 2016 yang berkomposisikan Nadia Makes, Anassari Salsabiil, dan Nadya Noorfairuza yang mewakili debate serta untuk battle of brains diwakili oleh tim dari FH UI 2014 yang beranggotakan Novella Djohan, Alyssa Tanuwidjaja, dan Michelle Suliyanto.

ParticipantsThe 21st ALSA E-Comp tahun ini berjumlah sekitar 600-an orang. Jumlah ini terbilang lebih sedikit dibanding tahun lalu akibat waktu penyelenggaraan yang berdekatan dengan Ujian Nasional SMA. “Target peserta memang yang kelas 1 dan 2 SMA. Cuma, para guru yang menjadi pendamping mereka malah sibuk ngurus persiapan UN buat siswa kelas 3. Akhirnya, banyak sekolah dari daerah yang tahun lalu ikut, jadi gak berpartisipasi di ALSA E-Comp tahun ini.” ungkap Cia. Selain competitions yang sangat sengit, banyak tenants yang buka lapak di SnT pada 8 April kemarin dalam rangka E-Bazaar yang masih merupakan bagian dari ALSA E-Comp. Ada Yoshinoya yang bikin mahasiswa FH ga keringetan jalan kaki ke Fasilkom, Sabakota, Ibu Rere, The Chendolo, dan toko buku Bukubule yang memanjakan nafsu jajan warga FH dan tentunya juga para delegasi.  

Rangkaian The 21st ALSA E-Comp ditutup pada Selasa, 11 April kemarin. Ada Grand Final Exhibitions yang merupakan babak akhir dari tiap cabang perlombaan untuk menentukan jawara dari masing-masing lomba. Lalu ada closing ceremonyALSA E-Comp yang dilaksanakan di Auditorium FH dengan menampilkan fashion dance. Gak cuma itu, ada juga penampilan dari Roma B. Olivia (FH UI 2015) dengan suara merdunya dan Contrario Band yang beberapa personil di antaranya adalah staf musik Perfilma, yakni Nicholas “Ocin” Ardyanto (FH UI 2016) pada posisi gitaris dan Glenn Muhammad Rifqi (FH UI 2016) pada posisi bassist. Dan gak kalah penting, selain peserta dan panitia mengenakan dresscode semiformal hitam, pada closing ceremony kemarin juga diumumkan para pemenang dari tiap cabang competitionThe 21st ALSA E-Comp serta pemberian penghargaan kepada mereka.

Gimana sih rasanya ikut ALSA E-Comp tahun ini? Teman dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, yaitu Hendrik Siahaan berbagi pengalamannya ikut di The 21st ALSA E-Comp. Ini merupakan kali pertama Hendrik mengunjungi FH UI. “Kesan pertama gue, FH UI gede banget dan juga komplit fasilitasnya, mulai dari ruangan yang menurut gue standar internasional sampe auditoriumnya yang keren parah!” tukas Hendrik. “Gue akuin, anak UI gak cuma cakep, tapi juga pinter. Ini jadi alasan gue untuk semakin terpacu buat bersaing di ALSA E-Comp.” lanjutnya. Saking terpacunya, Hendrik berhasil loh meraih runner-up dari cabang paper presentation.

Hendrik menambahkan pengalamannya dalam mengikuti E-Comp tahun ini. “To be honest, ini pengalaman pertama gue ALSA E-Comp. Yang awalnya gue biasa aja dengan kompetisi ini tiba-tiba jadi excited banget liat euforia para delegasi, mulai dari opening sampe closing ceremony yang menurut gue gokil!” Tak sekadar puas dengan kemenangan yang diraihnya, ia juga mendapat manfaat lain dengan mengikuti ALSA E-Comp. “Dari segi kelombaan, gue dapet pengalaman dari ALSA E-Comp yang bisa gue share ke orang lain.”

Project Officer The 21st ALSA E-Comp, Hafil Naufal (FH UI 2015) angkat bicara mengenai pelaksanaan ALSA E-Comp tahun ini. “Segala masalah teknis dan kendala bisa dilalui dengan baik. Delegasi juga kooperatif yang semakin memperlancar terlaksananya The 21st ALSA E-Comp ini,”. Di samping itu, ia juga mengharapkan antusiasme yang lebih besar pada peserta tahun selanjutnya. “Gue berharap, ALSA E-Comp tahun depan gak kalah rame dari yang sekarang ini.”

Penulis : Haura Klarisa (FH UI 2015)

Leave a Comment

Fields with * are required.

Profile

Badan Otonom Pers, Fotografi, Film dan Musik Mahasiswa (PERFILMA) adalah organisasi di FHUI yang mengasah kemampuan pers, fotografi, film dan musik di lingkup kampus khususnya lingkup FHUI. Tujuan dari PERFILMA adalah menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan juga menambah pengetahuan di bidangnya.

Read More....

Events

Links

Home
Login

Twitter